Jumat, 22 April 2011

Sinopsis : Totto-chan Gadis Cilik di Jendela

Totto-chan adalah gadis cilik dengan rasa ingin tau yang besar, ia suka membuka laci mejanya dan sering berdiri di depan kelas selama pelajaran berlangsung. Para ibu guru disekolahnya menganggap Totto-chan anak yang nakal sehingga Totto-chan dikeluarkan dari sekolah karena para guru sudah tak than lagi dengan kelakuan anak itu.

Ibu totto-chan sedih, tetapi ia tidak memberitahukan anaknya bahwa dikeluarkan dari sekolah karena pada saat itu Totto-chan masih duduk dibangku kelas satu. Diam-diam ibu Totto-chan mencari sekolah baru untuk anaknya, dan akhirnya menemukan sekolah yang cocok yang bernama Tomoe Gakuen yang dikepalai oleh Sosaku Kobayashi, dengan metode pengajaran yang berbeda dengan sekolah lainnya. Sosaku Kobayashi adalah kepala sekolah yang baik hati dan selalu memberikan yang terbaik untuk para murid yang ia sayangi. Rasa sayang yang besar itu ia tunjukkan dengan menjadikan gerbong kereta yang sudah tidak terpakai sebagai kelas tempat belajar yang sangat menarik, sehingga murid bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan.

Di Tomoe Gakuen, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai dengan keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan dengan menggambar ada yang belajar musik baru belajar fisika. Pokoknya sesuka mereka dan mereka tidak merasa terpaksa untuk belajar. Karena sekolah itu unik, Totto-Chan pun sangat senang dan betah, disana teman-temannya juga sangat mengasikkan. Totto-chan tidak menyadari bahwa selain ia belajar bernyanyi, berhitung dan mengambar sekolah ini juga mengajarkan banyak hal mengenai persahabatan, rasa hormat dalam menghadapi orang lain, serta kebebasan untuk menjadi diri sendiri.

Pada suatu hari, ada hal yang paling menyedihkan untuk kepala sekolah, guru dan murid-murid di Tomoe Gakuen yaitu sebuah bom yang telah meratakan sekolah itu dengan tanah sehingga sekolah ini tidak dapat bertahan lama karena saat itu sedang terjadi Perang Pasifik. Pak Kepala sekolah Sosaku Kobayashi, hanya bisa berdiri tegar menatap terbakarnya sekolah yang dibuat dari uang pribadinya sendiri .Meskipun demikian, bersekolah di Tomoe Gakuen akan selalu menjadi kenangan manis dalam hidup para muridnya termasuk Totto-chan.

Minggu, 27 Maret 2011

Belajar Dari 5cm

Karya tulis merupakan ungkapan sang penulis yang dituangkan dalam sebuah tulisan atau karya tulis bisa juga diartikan sebagai hasil dari proses bernalar penulisnya. Banyak sekali jenis karya tulis, salah satunya adalah novel. Novel biasanya ditulis berdasarkan pengalaman dan imajinasi penulis sehingga cerita yang terdapat dalam novel sangat luar biasa menarik. Tetapi, sangat disayangkan kalau ada orang yang tidak suka membaca novel, padahal dari membaca sebuah novel terutama novel yang diangkat dari kisah nyata dapat menjadi panutan yang baik untuk kehidupan kita, banyak sisi positif yang didapat dari membaca novel. Seperti yang dikatakan oleh Dhoni Dirgantoro, penulis novel 5cm dalam artikelnya “Novel itu bersifat sangat pribadi semuanya mengalir secara pribadi. Imajinasinya pribadi, rasanya pribadi, begitu subjektifnya kita sehingga kalo novel itu bagus banget semua panca indera kita merasakan hal yang sama. Makanya pengen baca lagi baca lagi baca lagi nggak bosen bosen.”. Memang benar apa yang dikatakan Dhoni Dirgantoro, seperti yang saya rasakan ketika membaca novel 5cm, otak saya benar-benar bekerja untuk berimajinasi membayangkan tokoh-tokoh dan tempat yang menjadi latar penulisan. Banyak yang bisa dipetik dari novel tersebut misalnya persahabatan antara Ian, Genta, Riani, Arial, Zafran dan Arinda serta keindahan Gunung Mahameru, Ranu Kumbolo, Ranu Pane, hamparan bunga edelweiss dan yang terakhir upacara bendera di puncak gunung Mahameru.

Penulisnya memang sangat pandai mengemas hal-hal tersebut menjadi suatu alur cerita yang sangat menarik. Mungkin para pembaca yang belum pernah mendaki Mahameru membaca saja sudah dibuat terpesona karena membayangkan Gunung Mahameru yang sudah terkenal keindahannya itu, walaupun belum pernah kesana tapi keindahannya sudah terbayang dibenak saya dan semangat para pendaki gunung itulah yang membuat saya sadar, untuk tidak mudah menyerah dalam hal apapun dan kondisi apapun. Tempat favorit saya dalam novel tersebut adalah Ranu Kumbolo, sebuah danau yang medannya pasir, setiap airnya diaduk tidak akan pernah keruh. Pokoknya penulis 5cm Dhoni Dirgantoro sukses buat para pembaca jadi terpukau karena pendeskripsian keindahan Ranu Kumbolo di Gunung Mahameru.

Kenapa novel ini dinamakan 5cm?mungkin bagi yang telah membaca novel ini pasti tau alasannya, ada sebuah kalimat sederhana tetapi mempunyai makna mendalam tentang mimpi yang ingin kita raih, seperti ini kalimatnya “Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, didepan kening kamu jangan menempel biarkan dia menggantung, mengambang 5cm didepan kening kamu. Jadi, dia ga’ pernah lepas dimata kamu dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari dan percaya kamu bisa”

Begitulah alasannya mengapa novel ini sangat laris dan terkenal karena ceritanya bagus juga penulisnya sangat pintar menuliskan kata-kata pembangkit semangat para anak muda di Indonesia. Menurut saya, Novel ini merupakan proses bernalar sang penulis yang sempurna dan tidak mudah karena dibutuhkan pengetahuan yang luas serta dibutuhkan bakat untuk menuliskan setiap kalimat yang imajinatif yang memberikan inspirasi dan memberikan hal positif bagi para pembaca.

Sumber gambar : www.werrr.deviantart.com

Minggu, 27 Februari 2011

IRFAN BACHDIM IDOLA BARU PARA PEREMPUAN INDONESIA


Siapa sih saat ini yang ga kenal cowok ini??cowok yang bernama lengkap Irfan Haarys Bachdim merupakan pemain sepak bola Indonesia hasil naturalisasi, ia keturunan Belanda lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988 (umur 22 tahun). Bisa dibilang semenjak ada sosok Irfan Bachdim, penggemar sepak bola di Indonesia mulai bertambah biasanya bola hanya digemari oleh para laki-laki tetapi saat ini, perempuan di Indonesia dari yang muda seperti pelajar dan mahasiswi sampai ibu-ibu rumah tangga sangat menyukai Irfan Bachdim. Memang sesuatu yang cukup beralasan untuk menjadi penggemar Irfan Bachdim karena cowok blasteran Indonesia-Jerman ini memang cukup tampan, berprestasi, tidak mudah menyerah, dan tentunya dia cinta dengan Indonesia. Sampai-sampai Irfan mengikuti seleksi pemain pada bulan maret 2010 di Persib Bandung dan Persija Jakarta, namun kedua klub tersebut tidak memilihnya. Tanggal 9 Agustus 2010, ia direkrut pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, setelah sang pelatih melihat permainan Irfan dan para pemain muda berbakat Indonesia lainnya di sebuah laga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan Bachdim direkrut bersama-sama dengan Kim Jefri Kurniawan, pemain berdarah Indonesia-Jerman yang saat ini bermain di FC Heidelsheim.

Dibalik kerja kerasnya di dunia sepak bola, Irfan Bachdim mempunyai seseorang yang membuat dirinya selalu bersemangat, selain kedua orang tuanya yaitu Jennifer Kurniawan model asal jerman yang merupakan keturunan dari Indonesia –Jerman, adalah kekasih Irfan Bachdim. Para penggemar harus siap-siap patah ahti karena Irfan Bachdim dan Jennifer Kurniawan akan menikah namun belum ditentukan kapan mereka akan menikah.

Irfan Bachdim saat ini sudah tidak bergabung dengan Timnas dikarenakan adanya perselisihan antara klub PERSEMA dan PSSI. Walaupun Irfan sempat dipanggil untuk melakukan seleksi pemain Timnas U-23 tetapi pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl tidak akan memasukan Pemain yang bermain di kompetisi tidak resmi PSSI dan belum diakui FIFA, termasuk Irfan Bachdim yang bergabung dengan Persema Malang dan terjun di Kompetisi Liga Primer Indonesia.

Untuk para penggemar Irfan Bachdim terutama para perempuan di Indonesia walaupun dia akan segera menikah dan tidak menjadi anggota Timnas lagi, jangan kecewa karena Irfan Bachdim tetap menjadi kebanggan Indonesia yang selalu membela Indonesia di dunia sepak bola, kita harus mengacungi jempol untuk Irfan Bachdim walaupun dia keturunan Jerman tetapi rasa cinta terhadap Indonesia sangat besar, itu terbukti pada pertandingan Piala AFF, Irfan sangat faseh menyanyikan Lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”.

Sumber :

www.infoceria.com

www.Tribunnews.com

www. mas-tony.com

Selasa, 18 Januari 2011

Model perilaku konsumen

Model perilaku konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik konsumen itu sendiri. Terdapat beberapa rangsangan perusahaan yang mampu mendorong konsumen untuk melakukan suatu pembelian. Hal ini tentu menjadi salah satu strategi “perang” yang harus dikuasai oleh perusahaan yang ingin menguasai pasar.
Secara garis besar, model perilaku konsumen menurut Kotler dapat digambarkan melalui lima variabel penting yang meliputi, rangsangan perusahaan, rangsangan lain, karakteristik pembeli, proses keputusan membeli, dan keputusan pembeli. Semua variabel-variabel tersebut saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian.
1. Rangsangan Pemasaran
Rangsangan pemasaran sepenuhnya dipengaruhi oleh usaha perusahaan dalam menarik minat beli konsumen. Dalam hal ini, perusahaan bisa melakukan rangsangan kepada konsumen melalui beberapa kegiatan, seperti memperkenalkan keunggulan produk yang akan dijual, memberikan diskon atau potongan harga terhadap produknya tersebut, memilih tempat atau lokasi penjualan yang cocok, serta melakukan berbagai langkah promosi melalui iklan atau semacamnya.

2. Rangsangan Lain
Rangsangan lain yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian terhadap suatu produk, di antaranya adalah situasi ekonomi, perkembangan teknologi, pengaruh politik, dan pengaruh budaya (luar) yang dirasakan oleh konsumen secara langsung.
Jika situasai ekonomi yang tengah dialami konsumen berbanding lurus dengan ketiga faktor lainnya, bukan mustahil keputusan pembelian akan segera diambil. Begitu pula, sebaliknya. Jika situasinya berbanding terbalik, jangan harap akan muncul keputusan pembelian dari konsumen.

3. Karakteristik Pembeli
Variabel terpenting dari model perilaku konsumen adalah karakteristik pembeli itu sendiri. Karakteristik itu meliputi, faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis. Faktor budaya ini nantinya akan melahirkan kelas sosial tertentu dalam pembelian produk, yaitu kelas sosial golongan atas, kelas sosial golongan menengah, dan kelas sosial golongan rendah.
Sementara itu, faktor sosial yang mempengaruhi perilaku konsumen, meliputi kelompok acuan, keluarga, dan peran serta status si konsumen itu dalam masyarakat. Faktor pribadi yang mempengaruhi perilaku konsumen, meliputi umur, pekerjaan, kondisi ekonomi, dan gaya hidup si konsumen. Faktor psikologis, meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan serta sikap si konsumen terhadap produk yang akan dibeli.

4. Proses Keputusan Membeli
Proses keputusan membeli ini didapat setelah si konsumen melakukan tahap pengenalan terhadap suatu produk, pencarian informasi lain, evaluasi keunggulan dan kelemahan produk, sampai terciptanya keputusan pembelian dan keputusan pascapembelian. Jika semua tahapan ini bernilai positif, pemakaian terhadap suatu produk akan berlangsung secara kontinyu.

5. Keputusan Pembeli
Variabel terakhir dari model perilaku konsumen adalah keputusan pembeli. Dalam hal ini, keputusan pembeli akan menghadirkan suatu keputusan terbaik menyangkut pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, dan jumlah produk yang akan dibeli.

Sumber : http://www.anneahira.com/model-perilaku-konsumen.htm

Model perilaku konsumen

Model perilaku konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik konsumen itu sendiri. Terdapat beberapa rangsangan perusahaan yang mampu mendorong konsumen untuk melakukan suatu pembelian. Hal ini tentu menjadi salah satu strategi “perang” yang harus dikuasai oleh perusahaan yang ingin menguasai pasar.
Secara garis besar, model perilaku konsumen menurut Kotler dapat digambarkan melalui lima variabel penting yang meliputi, rangsangan perusahaan, rangsangan lain, karakteristik pembeli, proses keputusan membeli, dan keputusan pembeli. Semua variabel-variabel tersebut saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian.
1. Rangsangan Pemasaran
Rangsangan pemasaran sepenuhnya dipengaruhi oleh usaha perusahaan dalam menarik minat beli konsumen. Dalam hal ini, perusahaan bisa melakukan rangsangan kepada konsumen melalui beberapa kegiatan, seperti memperkenalkan keunggulan produk yang akan dijual, memberikan diskon atau potongan harga terhadap produknya tersebut, memilih tempat atau lokasi penjualan yang cocok, serta melakukan berbagai langkah promosi melalui iklan atau semacamnya.

2. Rangsangan Lain
Rangsangan lain yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian terhadap suatu produk, di antaranya adalah situasi ekonomi, perkembangan teknologi, pengaruh politik, dan pengaruh budaya (luar) yang dirasakan oleh konsumen secara langsung.
Jika situasai ekonomi yang tengah dialami konsumen berbanding lurus dengan ketiga faktor lainnya, bukan mustahil keputusan pembelian akan segera diambil. Begitu pula, sebaliknya. Jika situasinya berbanding terbalik, jangan harap akan muncul keputusan pembelian dari konsumen.

3. Karakteristik Pembeli
Variabel terpenting dari model perilaku konsumen adalah karakteristik pembeli itu sendiri. Karakteristik itu meliputi, faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis. Faktor budaya ini nantinya akan melahirkan kelas sosial tertentu dalam pembelian produk, yaitu kelas sosial golongan atas, kelas sosial golongan menengah, dan kelas sosial golongan rendah.
Sementara itu, faktor sosial yang mempengaruhi perilaku konsumen, meliputi kelompok acuan, keluarga, dan peran serta status si konsumen itu dalam masyarakat. Faktor pribadi yang mempengaruhi perilaku konsumen, meliputi umur, pekerjaan, kondisi ekonomi, dan gaya hidup si konsumen. Faktor psikologis, meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan serta sikap si konsumen terhadap produk yang akan dibeli.

4. Proses Keputusan Membeli
Proses keputusan membeli ini didapat setelah si konsumen melakukan tahap pengenalan terhadap suatu produk, pencarian informasi lain, evaluasi keunggulan dan kelemahan produk, sampai terciptanya keputusan pembelian dan keputusan pascapembelian. Jika semua tahapan ini bernilai positif, pemakaian terhadap suatu produk akan berlangsung secara kontinyu.

5. Keputusan Pembeli
Variabel terakhir dari model perilaku konsumen adalah keputusan pembeli. Dalam hal ini, keputusan pembeli akan menghadirkan suatu keputusan terbaik menyangkut pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, dan jumlah produk yang akan dibeli.

Sumber : http://www.anneahira.com/model-perilaku-konsumen.htm